Яндекс.Метрика

Berita dari Kedutaan Besar

Kembali

ARTIKEL DUTA BESAR FEDERASI RUSIA UNTUK REPUBLIK INDONESIA MR. M.GALUZIN DITERBITKAN PADA TANGGAL 5 AGUSTUS, 2017 OLEH REPUBLIKA

No. 074-05-08-2017

ARTIKEL DUTA BESAR FEDERASI RUSIA UNTUK REPUBLIK INDONESIA MR. M.GALUZIN DITERBITKAN PADA TANGGAL 5 AGUSTUS, 2017 OLEH REPUBLIKA

«RUSIA-INDONESIA: CAKRAWALA KERJA SAMA LUAS»

Perundingan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey V. Lavrov dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P. Marsudi diagendakan untuk tanggal 9 Agustus, 2017 di Jakarta. Baru pertama kali dalam sejarah mutakhir bilateral kepala Kemlu Rusia mengadakan kunjungan kerja ke ibu kota Indonesia.

Dalam rangka perundingan mendatang akan dilanjutkan upaya meningkatkan pertalian kemitraan Rusia-Indonesia secara bertahap, sejalan dengan kesepakatan tercapai antara Presiden Rusia Vladimir V. Putin dan Presiden Indonesia Joko Widodo dalam pertemuan bulan Mei, 2016 selama kunjungan Bpk. Joko Widodo ke kota Sochi, Rusia.

Para menteri akan mengadakan dialog berdasarkan pondasi kuat yang diciptakan berdasarkan upaya-upaya bersama mengejewantahkan kesepakatan kedua presiden kita. Saat ini di peta kerja sama ekonomi kita muncul beberapa proyek besar bersifat strategis seperti pembangunan kilang dan pabrik petrokimia oleh perusahaan «Rosneft» dan «Pertamina» di propinsi Jawa Timur, konstruksi industri feronikel di pulau Sulawesi, serta pembangunan pembangkit tenaga listrik di pulau Kalimantan. Dilanjutkan penggarapan proyek pembangunan jalan kereta api oleh para operator kereta api Rusia di sejumlah propinsi di Kalimantan, serta pembangunan alumna refinery di Kalbar. Ada pengisian baru di perdagangan bilateral. Rusia yang telah memajukan bidang pertaniannya siap untuk meningkatkan pasokan produksi kebutuhan pokok seperti biji gandum dan daging ke Indonesia. Dilaksanakan dialog terperinci tentang ekspor ke Indonesia pesawat udara sipil Rusia yang paling canggih. Perusahaan-perusahaan IT Rusia siap menyajikan solusi canggih untuk pasaran digital Indonesia yang berkembang pesat termasuk juga di bidang  yang sangat penting seperti keamanan siber. Tendensi ini berlangsung seiring dengan melonjaknya omset perdagangan bilateral. Tahun 2016 perdagangan bilateral meningkat 34% menjadi 2,6 milyar dollar AS dan terus bertambah di tahun ini. Rusia memberikan semakin banyak jasa pendidikan bagi warga negara Indonesia dengan mutu tinggi: jumlah beasiswa pemerintah Rusia yang setiap tahun diberikan untuk Indonesia bertambah dari 100 ke 150 dan sekarang di negeri kami belajar sekitar 400 mahasiswa Indonesia.

Atas dasar perjanjian tentang kerja sama di bidang pertahanan yang ditandatangani pada bulan Mei, 2016 di Sochi, hubungan militer dan teknis-militer maju dengan sukses. Contoh-contoh belakangan adalah kunjungan ke Jakarta beberapa waktu yang lalu kapal jelajah rudal “Varyag”, yang merupakan kapal laksamana Armade Angkatan Laut Rusia di Samudera Pasifik. “Varyag” mengadakan latihan bersama dengan kapal-kapal Indonesia. Dilanjutkan dialog membahas kontrak baru pasokan ke Indonesia beberapa jenis alutsista Rusia, yang memiliki reputasi tertinggi di pasaran dunia.

Dalam dunia multipolar mutakhir yang dibentukkan, Rusia dan Indonesia bersama-sama mendukung upaya menghadapi tantangan dan ancaman modern, menyelesaikan isu-isu global dan regional yang mendesak atas dasar  norma-norma dan prinsip-prinsip hukum internasional, terutama Piagam PBB, dengan menghormati kedaulatan negara-negara tanpa syarat, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri. Dengan semangat inilah Rusia dan Indonesia secara konstruktif bekerjasama untuk menjamin perdamaian dan keamanan di bidang-bidang penting seperti pencegahan perlombaan senjata di ruang angkasa, pemberantasan terorisme internasional, diperkokohnya keamanan siber dan lain-lain. Kedua negara kita juga punya posisi dekat terhadap isu-isu penyelesaian konflik di Timur Tengah, termasuk dengan mengutamakan pencapaian solusi dua-negara dalam masalah Palestina-Israel.

Kerja sama Rusia-Indonesia memberikan sumbangsih besar bagi peningkatan hubungan dialog kemitraan antara Rusia dan ASEAN sesuai dengan kesepakatan-kesepakatan yang dicapai di KTT Rusia-ASEAN pada bulan Mei, 2016 di Sochi. Tujuan utama - mendatangkan kemitraan ini ke tingkat strategis. Kami berharapan bahwa Rusia dan Indonesia sebagai negara yang ekonominya merupakan kerangka Uni Ekonomi Eurasia dan Masyarakat Ekonomi ASEAN masing-masing akan memainkan peran inisiatif dalam pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas Uni Ekonomi Eurasia-ASEAN, dan sebagai tujuan berikutnya - pembentukan Kemitraan Eurasia Besar dengan menggunakan sinergi dan potensi Uni Ekonomi Eurasia, ASEAN, Organisasi Kerja Sama Shanghai dan konsep “Satu sabuk, satu jalan” yang diprakarsai Tiongkok.

Saya yakin, bahwa kunjungan Sergey V. Lavrov ke Jakarta akan menjadi dorongan signifikan untuk pengembangan selanjutnya hubungan kemitraan Rusia -Indonesia dan Rusia-ASEAN. Dinantikan penandatanganan dokumen-dokumen Rusia-Indonesia bersama. Akan diresmikan perwakilan diplomatik Rusia untuk ASEAN. Kesimpulannya: sekarang ini terdapat prospek luas yang luar biasa bagi pengembangan hubungan Rusia-Indonesia yang bersifat sederajat dan saling menguntungkan.