Яндекс.Метрика

Berita dari Kedutaan Besar

Kembali

SURAT DUTA BESAR RUSIA UNTUK INDONESIA KEPADA EDITOR-IN-CHIEF "JAKARTA POST"

No. 096-27-09-2017

 

SURAT DUTA BESAR RUSIA UNTUK INDONESIA

KEPADA EDITOR-IN-CHIEF "JAKARTA POST"

 

Saya mau membagikan pikiran saya mengenai sebuah artikel dari “The New York Times” yang berjudul “Moscow’s Monument to Murder” yang diterbitkan “The Jakarta Post” pada tanggal 23 September. Mungkin para pembaca “The Jakarta Post” ingat bahwa artikel itu menceritakan tentang patung Mikhail Kalashnikov yang diresmikan di Moscow minggu lalu. Mikhail Kalashikov adalah seorang pencipta yang menciptakan senapan serbu yang kemudian mendapatkan namanya.

Judul artikel dari Amerika Serikat ini pun menunjukkan bahwa sebuah karya itu diresapi rasa anti-Rusia bahkan berbau Russophobia. Karena itulah saya ingin supaya para pembaca Indonesia mengerti bahwa patung tersebut memuliakan kecerdasan seorang pahlawan Rusia yang walaupun masih sersan biasa sempat menciptakan salah satu senapan serbu paling efektif yang pernahada di dunia. Dia menciptakan senjata itu demi membela Tanah Airnya yang baru mengalahkan musuh kejam yaitu Nazi Jerman yang memusnahkan 27  juta warga penduduk negaranya. Tentu saja monumen itulah tidak mengabadikan pembunuhan.

Ternyata bukan saja hati nurani para wartawan dari“The New York Times” yang bermasalah tetapi juga pemahaman sejarah serta mungkin pendidikan yang  berawal dari sekolah dasar mereka.

Jikalau tidak, mereka seharusnya berusaha untuk menemukan monumen yang mengabadikan pembunuhan bukan di Moscow tetapi di tempat-tempat lainnya di  mana alhasil penggunaan biadab senjata Amerika Serikat oleh negara itulah juga monumen semacam itu sebenarnya memang ada. Misalnya, salah satu tempat seperti itu adalah Hiroshima di  Jepang di mana terletak Gedung Pameran Produk Industri Prefektur yang kini semakin terkenal sebagai Monumen Perdamaian  Hiroshima. Diketahui umum bahwa pada bulan Agustus tahun 1945 Hiroshima menjadi sasaran Amerika Serikat yang merupakan negara pertama yang menciptakan bom nuklir dan baru satu negara yang  pernah meledakkannya. Ledakan itu langsung membunuh secara mengerikan puluhan ribu orang yang tak berdosa serta menimbulkan penderitaan dan kematian lebih banyak lagi orang  manusia dari luka bakar dan leukemia di kemudian hari. Salah satu monumen mengabadikan pembunuhan ciptaan Amerika Serikat lagi adalah kampung kecil yang bernama Song My di Vietnam. Di sana pada tahun 1968 para prajurit gagah dari Amerika Serikat dengan senjata dari negara itulah juga membakar hidup ratusan petani yang tak berdosa termasuk anak, perempuan dan orang tua.

Sayangnya, para ahli strategi militer Amerika Serikat angkatan baru melanjutkan usaha “cemerlang” ayah-kakek mereka. Angkatan ini sudah sempat menciptakan monumen mengabadikan pembunuhan sendiri. Salah satu monumen itu adalah kota Beograd yang dibom secara kejam walaupun pada kenyataan kota itu bahkan tak berdaya membela diri. Ada monumen semacam itu lagi seperti kota Bagdad yang dihancurkan serta kota Tripoli yang dihangus. Tindakan itu dilakukan dengan senjata ampuh buatan Amerika Serikat. Salah satu contoh pembunuhan ampuh itu adalah tewasnya para diplomat Tiongkok di ibukota negara yang dulu dikenal sebagai Yugoslavia ketika mereka berada di gedung Kedutaan Besar mereka saat gedung itu dibom oleh para pakar angkatan udara Amerika Serikat. Sekarang tentara pemerintah Suriah yang sah menderita serangan peluru terkendali Amerika Serikat serta ledakan-ledakan bomnya walaupun tentara Suriah itu melawan ISIS dan Al-Nusra. Harga mati itu adalah harga yang para bangsa dunia bayar demi kepentingan gila AS untuk menerapkan nilai-nilai moral dan keunggulan mereka.

Ini adalah suatu kenyataan yang sangat memprihatinkan bahwa daftar monumen mengabadikan pembunuhan buatan AS yang sekarang ini tersebar di  seluruh dunia bisa ditambah lagi. Karena justru AS yang mempunyai anggaran pertahanan sangat besar sekali yang mencapai 700 milyar dollar, AS pun adalah eksportir senjata terbesar di dunia, dan itu pemimpin ASlah yang ketika tampil di PBB menyatakan bahwa suatu negara berdaulat dan anggota PBB bisa dihancurkan oleh AS.

Walaupun masih ada kemungkinan bahwa “karyaagung” yang kejiciptaan “The New York Times” itu terinspirasi oleh rasa iri biasa. Sudah adalah suatu kenyataan bahwa AS  gagal menciptakan senapan serbu yang karakteristiknya dan daya guna serta popularitas sempat dibandinkan dengan “Kalashnikov” yang diciptakan oleh seorang prajurit Rusia biasa.

Hormatsaya,

Mikhail GALUZIN

Diterbitkan di Jakarta post pada tanggal 27 September, 2017