Яндекс.Метрика

Berita dari Kedutaan Besar

Kembali

Vaksin Sputnik V Pilihan Yang Tepat Melawan Covid-19

Vaksin Covid-19 hasil pengembangan Gamaleya Research Institute Rusia, Sputnik V, berhasil memicu respons kekebalan tubuh dengan cepat untuk melawan virus corona. Hal ini diungkapkan oleh perwakilan Pemerintah Federasi Rusia di Indonesia melalui Duta Besarnya Lyudmila Vorobieva.

“Hasil riset yang dikeluarkan Gamaleya Research Institute menunjukkan bahwa, vaksin Sputnik V mampu memicu respons antibodi yang cepat. Melalui uji coba tahap 3 pada manusia, vaksin Sputnik V memiliki tingkat kemanjuran yang tinggi setelah 28 hari setelah dosis pertama diberikan. Sekitar 42 hari kemudian, setelah peneliti melakukan penyuntikan dosis kedua, data menunjukkan efektivitas meningkat hingga 95 persen,” kata Dubes Vorobieva di Jakarta.

Dubes Lyudmila juga menambahkan, Pemerintah Federasi Rusia berkeyakinan bahwa vaksin Sputnik cocok untuk penggunaan darurat selama pandemi Covid-19. Para peneliti dari Gamaleya Research Institute mengatakan temuan dari uji klinis tahap akhir, atau uji coba fase III, akan sangat penting untuk menentukan apakah respons kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin Sputnik V ampuh untuk melawan virus corona.

“Hasil sangat baik yang ditunjukkan dari vaksin Sputnik V telah membuat kami yakin jika vaksin ini sangat aman dan menjadi pilihan yang tepat untuk disuntikkan ke manusia. Ini adalah berita yang sangat positif tidak hanya untuk Rusia, tetapi untuk seluruh dunia dan untuk semua negara," tambah Duta Besar Vorobieva.

Sputnik V adalah sebuah vaksin anti Covid-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia yang berbasis di Moscow. Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa vaksin yang ditemukan negaranya memiliki tingkat efektifitas sebesar 95% dan aman dalam penggunaannya.

Sputnik V juga merupakan vaksin terdaftar pertama di dunia berdasarkan platform berbasis vektor adenoviral manusia yang telah dipelajari dengan baik. Saat ini Sputnik V berada di antara 10 kandidat vaksin teratas yang sudah mendekati akhir uji klinis dan siap untuk produksi massal serta sedang didaftarkan ke organisasi kesehatan dunia WHO.