Ucapan selamat video berkaitan dengan kemenangan dalam Perang Patriotik Raya

 

Dubes Republik Armenia

 

Dubes Republik Belarus

 

Dubes Republik Kazakhstan

 

Dubes Federasi Rusia

 

Dubes Republik Uzbekistan

 

Penasehat Kedutaan Besar Republik Azerbaijan

 

Video "Besok ada perang" dengan subtitiles dalam bahasa Indonesia (proyek organisasi "ZHIT", terjemahan - Kedutaan Besar Rusia)

 

Video "Katyusha" (arsip foto - situs web Kementerian Pertahanan Rusia, terjemahan - Veronika Novoseltseva, penyanyi - Alexander Ivanov, Veronika Novoseltseva, Warga Negara Indonesia)

Peristiwa Perang Patriotik Raya

Di semua garis depan dan di belakang Warga Negara Uni Soviet setiap hari berjuang dan bekerja keras demi Kemengan dalam perang. Akan tetapi peristiwa-peristiwa sejarah yang kunci, yang menentukan jalannya perang dan nasih bangsa-bangsa adalah operasi strategis terbesar dan pertempuran utama. Kami mengusulkan Anda memperkenalkan beberapa artikel tentang pertempuran terbesar selama Perang Patriotik Raya 1941-1945.

 

         Pertempuran Moskow

         – Pertempuran Moskow adalah pertempuran yang menentukan pertama selama Perang Patriotik Raya. Moskow sebagai ibu kota Uni Soviet memiliki makna strategis – hasil perang tergantung pada hasil pertempuran Moskow. Ribuan prajurit dan komandan memperlihatkan ketabahan hati yang luar biasa untuk melindungi ibu kota Tanah Air. Tentara Nazi Jerman yang mulai operasinya pada waktu musim gugur tahun 1941 dengan keunggulan dalam jumlah prajurit dan mesin perang akhirnya kalah dan terpaksa mundur. Semua dunia melihat bahwa Tentara Merah tidak patah semangat dan siap untuk menang. Orang Uni Soviet kembali bertambah semangat –

Pertempuran Moskow tahun 1941

         Hitler dan para komandannya merencanakan mengalahkan Uni Soviet dengan strategi Blitzkrig, yaitu perang yang cepat sekali. Namun pada bulan Oktober 1941 Moskow tetap tidak direbut. Sesuai dengan rencana Hitler serangan tegas oleh (divisi-divisi) Pusat dengan operasi “Taifun” (“Topan”) harus menyelesaikan perebutan ibu kota negara Uni Soviet.

         Iosif Stalin segera memanggil dari kota Leningrad jenderal Georgy Zhukov yang sebelum itu memimpin pertahanan kota tersebut. Saat itu di Moskow ada mobilisasi para sukarelawan untuk masuk divisi-divisi laskar rakyat. Formasi-formasi yang baru dari Uni Soviet Timur, Siberia dan seluruh wilayah negara datang ke Moskow. Niat musuh untuk serega merebut Moskow gagal.

         Salah satu titik peralihan dalam pertahanan ibu kota menjadi penyelenggaraan pada tanggal 7 November 1941 parade militer di Lapangan Merah dari mana kebanyakan prajurit langsung berangkat ke garis depan. Kalau di masa paling sulit ini kita mampu menyelenggarakan parade di Moskow dan Panglima Tertinggi tetap di ibu kota, maka “kita pasti akan menang” – begitu pikiran orang Uni Soviet.

         Serangan balasan Uni Soviet, termasuk divisi-divisi garis depan Barat, Kalinin dan Barat Daya, mulai pada tanggal 5 Desember 1941 dan menjadi makin kuat seperti topan. Musuh yang tidak sangka serangan balasan itu (komandan tinggi Jerman yakin divisi-divisi utama Uni Soviet sudah lama hancur) mulai mundur. Waktu itu banyak opsir Jerman memikirkan nasib menyedihkan tentara Napoleon pada tahun 1812. Tentara Merah membebaskan kota Kalinin, Klin, Istra, Volokolamsk dan kota-kota lain di dekat Moskow. Pada tanggal 8 Januari 1942 serangan balasan itu menjadi serangan besar. Begitulah operasi Rzhev-Vyazem dimulai.

         Selama serangan Tentara Merah musuh Jerman mundur dari ibu kota sejauh 100-350 km. Tentara Merah bayar harga besar sekali demi kemenangan itu – 1,8 juta prajurit Uni Soviet tewas di lapangan-lapangan pertempuran.

 

         Pertahanan Leningrad

         – Pengepungan Leningrad dimulai pada tanggal 8 September 1941. Hitler merencanakan membumihanguskan kota dan membunuh semua warganya. Kota Leningrad yang dikepung selama 872 hari berjuang demi kehidupannya. Pengeboman yang dilaksanakan setiap hari dan kelaparan yang mengerikan tidak mematah semangat para warganya, kota tetap hidup dan berjuang. Pertahanan Leningrad dan pengepunan adalah contoh ketabahan hati yang luar biasa kepada negara Uni Soviet dan seluruh dunia. Leningrad secara total dibebaskan dari pengepungan pada tanggal 27 Januari 1944 –

Pertahanan Leningrad 1941-1944

         Baru setelah Nazi Jerman menyerang Uni Soviet Komando Tinggi mereka mengumumkan bahwa kota Leningrad harus dibumihanguskan, sedangkan penduduknya yang menurut Hitler bisa mencoba meninggalkan kota harus dipaksakan kembali ke pengepungan dengan menggunakan senjata. Sesuai dengan rencana para Nazi Leningrad harus mati. Walaupun musuh tidak berhasil merebut Leningrad, kota ternyata dipisahkan dari Uni Soviet – pengepungan dimulai. Sejak waktu itu perbekalan dapat dilaksanakan hanya melalui air atau danau Ladoga. Nazi Jerman hampir masuk Leningrad dan sudah jelas melihat Katedral Isaak dengan binokular mereka.

         Sekitar 2,5 juta orang, termasuk pengungsi dari wilayah Baltik, daerah pinggiran Leningrad, para prajurit garis depan Leningrad terkepung. Setiap hari musuh menembaki kota dengan artileri. Sebagai “hasil” dari pengeboman gudang-gudang makanan terbakar. Iosif Stalin segera melantik jenderal Georgy Zhukov sebagai Panglima garis depan Leningrad yang dengan tindakan-tindakan tegas menguatkan pertahanan di jalur-jalur masuk kota dari jauh dan melakukan beberapa serangan balasan. Pada akhir bulan September Panglima divisi-divisi Nazi Jerman “Sever” (“Utara”) melaporkan bahwa mereka tidak mampu merebut Leningrad. Namun Komando Tinggi kota Leningrad juga tidak berhasil menembus pengepungan.

         Pada awal September 1941 kuota roti kepada para pekerja dan insinyur, pegawai dan orang tanggungan dipotong (600, 400 dan 300 gr). Di tengah September kuota tersebut dipotong lagi. Kuota roti terendah dengan memakai kartu dimasukkan pada tanggal 20 November 1941 ketika para pekerja mulai menerima hanya 250 gr, sedangan para pegawai, orang tanggungan dan anak 125 gr per hari. Sesuai dengan perhitungan pasca perang selama pengepungan 800 ribu sampai 1 juta orang meninggal di Leningrad (alasan utama adalah kelaparan). Ini lebih banyak daripada semua kehilangan militer Britanya Raya dan Amerika Serikat selama Perang
Dunia II secara bersama.

         Satu-satunya harapan penyelamatan untk ratusan ribu warga Leningrad menjadi evakuasi dan perbekalan makanan melalui danau Ladoga – pada musim panas dengan transportasi air, sedangkan pada musim dingin dengan mobil di atas muka es. Jalur itu dinamakan “Jalur kehidupan”. Perbekalan orang dan barang selama pengepungan melalui jalur tersebut secara sah bisa dimasukkan dalam daftar operasi militer terkemuka Perang Patriotik Raya 1941-1945. Melalui “Jalur kehidupan” sampai musim semi tahun 1943 disampaikan 1,6 juta barang dan 1,3 juta orang dievakuasi.

         Pengepungan Leningrad berlangsung selama 872 hari yang panjang dan selesai secara total hany pada tanggal 27 Januari 1941 selama operasi militer Leningrad-Novgorod. Untuk memperingati peristiwa itu untuk pertama kali sepanjang perang ada kembang api bukan di Moskow, tetapi di Leningrad. Ribuan warga masuk ke jalan kota untuk melihat kembang api dan bergembira kemenangan yang diinginkan. Tanggal 27 Januari menjadi Hari Kehormatan Militer Rusia.

 

         Pertahanan Sevastopol

         – Sevastopol adalah kota Jaya Rusia. Pada waktu Perang Krimea pada abad XIX para prajut kami mempertahankan pangkalan utama Angkatan Laut Hitam selama 349 hari. Pada waktu Perang Patriotik Raya Sevastopol menahan selama 250 hari (sejak 30 Oktober 1941 sampai 4 Juli 1942). Di kedua pertempuran tersebut para pembela kota berjuang melawan musuh dengan jumlah lebih besar: di Perang Krimea – orang Inggris, Perancis, Turki, Sardinia, sedangkan di tahun 1941-1942 – divisi-divisi elit tentara Jerman ke-11 dikepalai E.Manshtein dan divisi-divisi Romania –

Pertahanan Sevastopol 1941-1942

         Divisi-divisi musuh menyerang Sevastopol pada musim gugur tahun 1941. Para prajurit dan pelaut Uni Soviet bertekad menyelamatkan Sevastopol. Kota tersebut memproduksi sendiri amunisi, mortir, senjata yang lain, diciptakan pertahanan terdiri dari beberapa eselon baik di jalur-jalur masuk kota dari jauh maupun di dalam kota.

         Serangan pertama dimulai pada tanggal 30 Oktober 1941 dan berlangsung selama 21 November. Serangan tersebut akhirnya gagal setelah ada serangan balasan yang keras oleh prajurit-prajurit Uni Soviet dan penembakan posisi-posisi Nazi Jerman oleh baterai meriam dan kapal-kapal Armada Laut. Akan tetapi musuh berhasil mengepung kota dari darat.

         Serangan kedua dimulai pada tanggal 17 Desember 1941. Namun serangan itu juga gagal berkat heroism para prajurit dan pelaut Uni Soviet. Baru setelah Nazi Jerman merebut kota Kerch mereka melaksanakan serangan terakhir mereka – serangan Sevastopol yang dimulai pada tanggal 7 Juni 1942. Konsentrasi artileri musuh pada waktu itu menjadi terbesar sepanjang Perang Patriotik Raya.

         Sesuai dengan statistik Uni Soviet kehilangan Tentara Merah dan Armada Laut selama pertahanan Sevastopol adalah 200 ribu orang. Tentara Jerman dan Romania tewas lebih dari 300 ribu orang. Pertahanan heroic Sevastopol pada tahun 1941-1942 memaksa Nazi Jerman membawa banyak pasukan ke Krimea yang hilang banyak prajurit dan memberikan waktu berharga yang membantu Uni Soviet memusatkan pasukannya untuk memberi perlawanan kepada musuh. Kota Sevastopol menjadi salah satu kota pertama yang menerima panggilan “Kota Pahlawan” pada 8 Mei 1965.

 

         Pertempuran Rzhev

         – Kita sejak masa kecil tahu baris-baris puisi Alexander Tvardovskiy: “Saya gugur di dekat Rzhev, di rawa paya tanpa nama, di kompi ke-5, pada sisi kiri, karena pengeboman keras…”. Secara resmi dalam … Pertempuran Rzhev tidak ada – pertempuran-pertempuran keras pada tahun 1942-1943 di dekat kota kuno Rusia ini dimasukkan dalam pertempuran dan operasi yang lain Tentara Merah: Pertempuran Moskow, dua operasi Rzhev-Vyazem, dua operasi Rzhev-Sychev… Akan tetapi kenganan rakyat ada kronologinya sendiri. Justru puisi ini untuk memperingati kenganan dan kepahlawanan prajurit-prajurit kami di garis depan pusat Uni Soviet-Jerman (arah barat) –

Pertempuran Rzhev 1942-1943

         Pada tanggal 5 Desember 1941 Uni Soviet mulai serangan balasan di dekat Moskow, musuh terpaksa mundur. Tidak lama kemudian serangan balasan itu menjadi serangan besar Tentara Merah. Pada tanggal 8 Januai 1942 operasi Rzhev-Vyazem dimulai. Musuh berjuang keras. Tujuan operasi strategis Rzhev-Vyazem
(8 Januari – 20 April 1942) adalah menghancurkan divisi-divisi “Pusat”.

         Operasi Rzhev-Vyazem diadakan dalam kondisi cuaca yang buruk, musuh memiliki keunggulan dalam jumlah artileri dan tank. Sesuai dengan perintah Moskow sejak 20 April 1942 Tentara Merah mulai pertahanan. Walaupun tujuan utama operasi tidak tercapai, Uni Soviet berhasil menghancurkan 16 divisi musuh dan maju untuk 80-250 km dengan membebaskan total wilayah Moskow dan Tula, wilayah-wilayah tertentu Kalinin dan Smolensk.

         Kehilangan Uni Soviet di garis depan arah barat selama empat operasi serangan pada tahun 1942-1943 mencapai lebih dari 1,3 juta orang. Kepahlawanan prajurit-prajurit Uni Soviet yang gugur di dekar Rzhev akan abadi. Tanpa kepahlawanan ini tidak ada titik peralihan dalam Perang Patriotik Raya 1941-1945.

 

         Pertempuran Stalingrad

         - Pada musim panas tahun 1942, pertempuran dengan signifikansi, skala dan ketegangannya yang belum pernah terjadi sebelumnya dimulai pada pendekatan ke sungai Don dan Volga. Selama 200 hari dan malam, Tentara Merah menggiling formasi terpilih Jerman dan sekutunya. Pertempuran Stalingrad, yang mengubah sejarah dan mengubah jalannya seluruh Perang Dunia Kedua, berlangsung dari tanggak 17 Juli 1942 hingga 2 Februari 1943 dan berakhir dengan kemenangan penuh pasukan Soviet. Fase pertahanan operasi berlangsung hingga tanggal 18 November 1942, dan sejak tanggal 19 November mulai fase ofensif - 

Pertempuran Stalingrad 1942-1943

         Pertempuran Moskow mengakhiri rencana serangan kilat Jerman, tetapi Wehrmacht masih kuat. Hitler berencana untuk melakukan serangan besar-besaran pada musim panas tahun 1942 di sisi selatan front Soviet-Jerman, merebut Stalingrad - pusat industri dan transportasi terpenting di sungai Volga, menduduki wilayah kaya beras yaitu Kuban dan Stavropol dan menerobos ke minyak Kaukasia. Serangan musuh langsung ke Stalingrad dimulai pada tanggal 17 Juli 1942.

         Musuh mengirim semakin banyak pasukan ke Stalingrad, meningkatkan jumlah divisinya ke arah ini dari 38 menjadi 80. Pusat konfrontasi di Stalingrad adalah Mamayev Kurgan, dari situ bisa melihat dan menembakkan sebagian besar kota. Ketinggian ini berpindah dari tangan ke tangan beberapa kali. Para penembak jitu Soviet bertindak dengan berani di reruntuhan Stalingrad. Pekerjaan tempur penembak jitu V. Zaitsev, yang menghancurkan 225 tentara musuh, menjadi legenda.

         Pada bulan September 1942, komandan militer Zhukov, yang telah kembali ke Moskow dari Stalingrad, sudah melaporkan kepada Stalin rencana awal untuk mengepung pasukan Jerman yang berhasil menerobos ke Volga. Rencana serangan balasan Soviet yang terperinci dinamai "Uranus".

         Pada tanggal 19 November 1942, serangan artileri dimulai dengan Katyusha tembakan yang berlangsung selama 80 menit. Ini adalah awal dari serangan balasan Soviet di Stalingrad.

         Pada Januari 1943, komando Soviet mengembangkan operasi "Cincin" untuk menghancurkan dan menangkap kelompok musuh di Stalingrad. Pertempuran di Stalingrad berakhir pada tanggal 2 Februari 1943.

         Selama Pertempuran Stalingrad, Jerman dan sekutunya (Italia, Rumania, Hongaria, Kroasia) kehilangan sekitar 1,5 juta orang. Kerugian Tentara Merah berjumlah 1 129 619 orang.

         Signifikansi Pertempuran Stalingrad adalah titik balik umum selama seluruh Perang Dunia Kedua. Musuh kehilangan ratusan ribu tentara dan perwira berpengalaman, terpaksa mundur dari Kaukasus Utara, meninggalkan Stavropol, Kuban, Rostov-on-Don. Sekarang menjadi jelas bagi seluruh dunia bahwa Uni Soviet tidak akan kalah perang dengan Nazi Jerman, tetapi akan terus maju sampai blok Nazi benar-benar dikalahkan. Pada tahun 1965, Stalingrad menjadi kota pahlawan.

 

           Pertempuran Kursk

         - Peristiwa terpenting dari seluruh Perang Dunia Kedua adalah Pertempuran pada Benjolan Kursk pada musim panas tahun 1943. Rencana komando Wehrmacht untuk mengepung dan menghancurkan pasukan Soviet di Kursk tidak berghasil. Tentara Merah sendiri melancarkan serangan balasan dan memberikan kekalahan telak pada musuh. Banyak sejarawan menganggap Pertempuran Kursk sebagai akhir dari titik balik dalam perang -

Pertempuran Kursk tahun 1943

         Menjelang serangan Jerman, komando Soviet menerima informasi yang dapat dipercaya bahwa serangan akan dimulai saat fajar tanggal 5 Juli. Diputuskan untuk bertemu musuh dengan pelatihan balasan.

         Pertempuran pada desa Prokhorovka dimulai, seperti yang dikonfirmasi oleh penelitian terbaru, sudah pada tanggal 11 Juli dan berlangsung hingga tanggal 16 Juli 1943. Puncak dari "pertempuran tank" terjadi pada tanggal 12 Juli. Hingga 1.200 tank dan senjata self-propelled ambil bagian dalam pertempuran Prokhorov di kedua sisi.

         Pada 5 Agustus, Tentara Merah membebaskan kota-kota Oryol dan Belgorod. Ini adalah bukti nyata bahwa seluruh pengelompokan Jerman di dekat Kursk mengalami kehancuran total. Pada tanggal 23 Agustus 1943, Tentara Merah membebaskan kota Kharkov. Ini mengakhiri Pertempuran Kursk.

         Kemenangan di Kursk datang dengan harga mahal. Namun, keseimbangan kekuatan berubah lebih berpihak pada Tentara Merah. Tiga puluh divisi musuh elit, termasuk tujuh divisi tank, dikalahkan. Longsoran pasukan Soviet yang menjadi bermesin dengan cepat menembus pertahanan musuh dan maju ke barat.

 

         Serangan Berlin
         - Operasi Berlin Tentara Merah (16 April - 8 Mei 1945) menjadi pertempuran penutup Perang Patriotik Raya. Jatuhnya ibu kota Reich Ketiga pada 2 Mei 1945 bermakna bahwa Jerman Hitler mengalami kekalahan total. Pada malam 8 Mei 1945 di kota Karlshorst dekat Berlin Jerman menandatangani akte penyerahan tanpa syarat. Waktu itu di Moscow tanggalnya sudah 9 Mei –

Serangan Berlin tahun 1945

         Di pagi hari tanggal 16 April benteng depan musuh dibumihangiskan dengan pesawat tempur dan artileri, serangan yang tak terhentikan pasukan Soviet dengan cepat menerobos garis pertama pertahanan musuh. Walaupun kemudian prajurit Front Belarus Pertama yang dipimpin Georgy Zhukov menghadapi perlawanan yang ketat di Seelow Hights yang dibenteng secara bagus. Di dekat kota Berlin kedua pihak mula…

         Tanggal 9 Mei ditetapkan sebagai hari kemenangan seluruh rakyat Soviet. Sekarang Hari Kemenangan dirayakan setiap tahun di Rusia secara besar-besaran. Orang Rusia mengadakan prosesi“Resimen abadi”, meletakkan bunga ke Kuburan Tentara yang Tidak Dikenal, pemuda Rusia bertemu dengan veteran. Ingatan tentang kemenangan yang dicapai dengan harga 26,6 juta jiwa rakyat Soviet adalah suci.

 

         Hasil dan pelajaran perang

         Sumbangsih yang menentukan dalam kemenangan nazisme dibuat oleh Tentara Merah, seluruh rakyat Soviet, yang menanggung semua kesulitan masa perang. Negara kita membayar harga yang paling tinggi atas menghancurkan kejahatan global - fasisme. Selama Perang Patriotik Raya 26,6 juta warga Soviet gugur. Di URSS para agresor memusnahkan 1700 kota, 70 ribu desa, jutaan orang terpaksa tinggal di pondok bumi dan barak, mengalami kemiskinan dan kelaparan. Prajurit Soviet tidak hanya membebaskan tanah airnya dari Hitler - dia memberi kesempatan hidup dan mempertahankan kemerdekaan nasional kepada rakyat-rakyat negara Eropa yang diokupasi atau direbut kediktatoran Hitler. Prajurit Soviet menyelematkan dunia.

         Sistem baru hubungan internasional setelah perang - sistem Yalta-Potsdam - dibentukkan dengan keikutsertaan langsung Uni Soviet. Ia menjadi dasar untuk prinsip-prinsip penjagaan perdamaian. Perserikatan Bangsa-Bangsa Bersatu yang didirikan pada tahun 1945 bertujuan mempertahankan dan menjaga keselamatan global dan menetang pihak-pihak agresif.

         Sayangnya tidak semua pelajaran Perang Duina ke-2 pernah terpelajar. Sekarang beberapa negara tidak mengabil perhatian kepada tumbuhnya neonazisme, penghormatan veteran pasukan SS. Negara seperti ini lupa tentang peran prajurit Soviet dalam penyelematannya tetapi menjaga ingatan tentang para kolaborator yang membunuh orang damai pada masa perang. Federasi Rusia hari ini tinggal penjaga utama kebenaran tentang Perang Dunia ke-2 dan Perang Patriotik Raya. Kita tidak bisa lupa tragedi paling besar abad ke-20.